Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 18:02:11【Sehat】108 orang sudah membaca
PerkenalanWali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan SLHS kepada perwakilan SPPG yang telah lolos prose

...Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut guna menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG.
“Pemkot Kupang akan terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG serta memastikan ngak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa.
Ia mengangakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini di Kota Kupang.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tapi membangun masa depan generasi penerus bangsa mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” katanya.
Christian menekankan pentingnya penerapan aspek kebersihan dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Para pengelola dapur MBG, lanjut dia, harus memperhatikan hal-hal detail, seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, menjelaskan penyerahan SLHS bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekaligus menjamin keamanan pangan melalui penerapan standar higiene sanitasi.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyangakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sedangkan 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sedangkan pemeriksaan kimia masih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Baca juga: 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Suka(2)
Sebelumnya: 368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG
Selanjutnya: PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan
Artikel Terkait
- Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat
- Paus kirimkan antibiotik ke Gaza seiring masuknya bantuan
- Paus kirimkan antibiotik ke Gaza seiring masuknya bantuan
- Vokasi Unhas dan Pemkot Makassar perkuat ekosistem pangan halal
- HMI: MBG bisa hadirkan generasi sehat dan berdaulat
- Deputi BGN tinjau SPPG di Banyuwangi, ingatkan standar Program MBG
- Polisi Jambi tetapkan dua WBP tersangka penyelundupan narkoba di Lapas
- Polda Metro Jaya tangkap sembilan tersangka penyekapan di Tangsel
- Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia
- Kapolri resmikan 32 SPPG di Jateng dalam rangka dukung program MBG
Resep Populer
Rekomendasi

BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030

Refleksi Hari Pangan Sedunia, "Berilah kami makanan secukupnya"

Gastrodiplomasi lewat cilok dan seblak

Membaca arah masa depan Koperasi Desa Merah Putih

Riset IHATEC: Kehalalan produk jadi pertimbangan utama konsumen

Kemenag: Sertifikat halal dorong kepercayaan konsumen dan daya saing

Dinkes Ngawi : Ayam lada hitam dan brokoli diduga penyebab keracunan

SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Pidie siap layani program MBG